Skip to main content

Berbagi Cerita Perjalanan Hidup Wanita Karir Masa Kini

Berbagi Cerita Perjalanan Hidup Wanita Karir Masa Kini. Zaman semakin modern merubah pola peran dalam keluarga. Sosok istri yang dahulu pekerjaannya sebatas berkecimpung dalam rumah, sekarang tidak sedikit yang mengambil peran mencari nafkah dari pagi hingga larut.

Tidak sedikit wanita yang mengalokasikan tugas. Jika dahulu termasuk pekerjaan ibu rumah tangga, sekarang dialih tangankan kepada pembantu. Termasuk juga sebagian besar tugas pengasuhan anak. Padahal anak seharusnya diasuh oleh orang tua.

Orang tua lah yang mampu mengarahkan anak kedepannya akan bersikap seperti apa.  Jika sudah seperti itu, estetika yang diharapkan dari keluarga mulai terlupakan. Keluarga mulai beriorientasi pada masa depan dalam hal finansial dengan melupakan kebahagiaan yang sesungguhnya dia harapkan dari terbentuknya suatu keluarga.

Seorang istri bukannya tidak boleh berkarir, hanya saja tidak boleh melupakan tentang pembagian tugas dalam berkeluarga, karena itu juga sudah masuk kewajiban seoramg istri. Seoranng suami sudah sepantasnya mencari nafkah karena itu merupakan suatu bentuk kewajibannya. Sedangkan istri yang ikut serta mencari nafkah itu hanya berfungsi sekedar untuk membantu.

Berbagi Cerita Perjalanan Hidup Wanita Karir Masa Kini

Kalau penghasilan suami sudah mencukupi, untuk apa istri meninggalkan kewajibannya di rumah demi mencari nafkah lagi?.  Hal yang paling fatal adalah seorang istri jangan sampai melupakan kewajiban dalam mengasuh anaknya. Terutama untuk wanita karir yang sering keluar kota. Anak selain ivestasi di masa tua, juga merupakan investasi di kehidupan yang akan datang.

Oleh karena itu, pengasuhan anak yang baik dan pembentukan kedekatan yang bagus antara orang tua khususnya ibu  dan anak penting untuk dilakukan. Sosok ibu yang notabennya memiliki ikatan batin lebih dekat dengan anak, seharusnya lebih mampu dalam mendidik anak.

Anak merupakan titipan yang diberikan kepada pasangan kekasih, bagaimana mungkin setelah itu dititipkan lagi pengasuhannya kepada orang lain?.  Namun hal tersebut berbeda konteks dengan wanita karir yang hidup pas-pasan dan sebagai tulang punggung keluarga.

Jika wanita tersebut berhenti dari pekerjaannya atau menurunkan total jam kerjanya demi mengasuh anak sehari penuh, keluarganya akan morat-marit dan terancam kesulitan untuk makan. Jika dalam keadaan tersebut, kita harus melihat prioritas kebutuhan yang sudah aktual yaitu makanan dan kebutuhan dasar lain.

Pada kondisi seperti itu, memang sudah seharusnya anak dititipkan kepada orang lain yang anda percaya selama dia bekerja. Namun tetap saja, setelah bekerja, ibu harus tetap memperhatikan kebutuhannya, memantau aktivitasnya, dan mencari tau masalah apa saja yang terjadi pada dia.

Pada intinya, bagi para wanita yang ingin berkarir dipersilahan saja, asalkan jangan sampai melupakan tanggung jawab yang harus dipenuhi kepada keluarga, kecuali wanita karir yang dalam keadaan terpaksa untuk berkarir. Coba flashback kebelakang, apa saja mimpi yang mendasari terbentuknya pernikahan. Apakah harta? Atau sebuah kebahagiaan?. Fikirkan juga apakah anak hanya sekedar investasi atau juga sebagai pelengkap keluarga?

Begitupun bagi wanita karir yang terpaksa harus bekerja dan mengesampingkan anaknya, anda harus cerdas dalam memilih orang yang akan anda pasrahkan anak anda. Terus pantau perkembangan anak anda sepulan anda bekerja. Pastikan anak anda jauh dari segala sesuatu yang berbau negative.

Jika terlihat mencurigakan, coba tanyakan langsung kepada anak. Atau jika tidak, coba hubungi teman atau sahabat anak anda yang anda percaya untuk mencari tahu dengan tetap terus mencoba meningkatkan kedekatan agar anak mampu terbuka sendiri kepada anda. Sekian informasi dari saya, semoga bermanfaat.

BACA JUGA: Tips Bagi Wanita Agar Berpenampilan Lebih Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *